Elpiji Non Subsidi Naik Lagi, Waspadai Migrasi ke Gas Bersubsidi

ELPIJI NON SUBSIDI NAIK - Petugas menata gas elpiji non subsidi yang harganya naik Rp 24.000 di Distributor Elpiji PT Kharisma Malang Permai, Jalan Simpang Pattimura, Kota Malang, Selasa (1/3/2022). Hyu/Kliktimes.com
ELPIJI NON SUBSIDI NAIK - Petugas menata gas elpiji non subsidi yang harganya naik Rp 24.000 di Distributor Elpiji PT Kharisma Malang Permai, Jalan Simpang Pattimura, Kota Malang, Selasa (1/3/2022). Hyu/Kliktimes.com

KLIKTIMES.COM-MALANG- Setelah mengalami kenaikan pada bulan November 2021, Gas Elpiji non subsidi kembali naik, Selasa (1/3/2022). Pada November lalu naik Rp 12.000 dan untuk sekarang naik Rp 24.000. Di Pasaran Harga Elpiji Non Subsidi 12 kg hampir menyentuh angka Rp 200.000, atau Rp 189.000 hingga Rp 192.000.

BACA JUGA:

Kenaikan harga ini diprediksi akan membuat konsumen beralih ke gas elpiji bersubdisi 3kg.

"Biasanya konsumen akan beralih ke gas melon (elpiji bersubsidi) bila terjadi kenaikan gas non subsidi, apalagi kali ini merupakan kenaikan terbanyak," kata kepala Personalia Distributor Gas PT Kharisma Malang Permai, Aloysius Andro pada wartawan

Di distributor ini kenaikan harga dimulai diterapkan pada 1 Maret 2022. "Untuk kemarin kita masih memasarkan elpiji non subsidi dengan harga lama," ujarnya.

"Kita tidak bisa apa-apa, karena kita hanya menyalurkan saja. Yang berwenang menirukan dan menaikan harga adalah Pertamina," tambahnya

Agen Elpiji ini setiap harinya melayani sebanyak 20 cafe dan hotel serta belasan warga. Pada momen kenaikan harga sebelumnya, biasanya konsumen akan mengeluh.

Akibat kenaikan harga ini ia memperkirakan akan turut menyeret kenaikan harga makanan. "Kemungkinan cafe dan restoran hotel pelanggan kami akan menaikan harga produknya demi menutupi kerugian dari kenaikan harga elpiji non subsidi," tutupnya.(hyu/cak)