Bisnis Headline

Ketua Federal Reserve AS: Evergrande Gagal Bayar Tak Pengaruhi AS

Ketua Federal Reserve AS
Pemandangan luar China Evergrande Center di Hong Kong, China 26 Maret 2018. ANTARA/REUTERS/Bobby Yip/Foto Dokumen

KLIKTIMES.COM-JAKARTA- Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan pada Rabu (22/9/2021) bahwa masalah utang pengembang properti Evergrande tampaknya khusus untuk China. Bahwa ia tidak melihat paralel dengan sektor korporasi Amerika Serikat.

BACA JUGA:

Potensi gagal bayar (default) oleh Evergrande, penerbit obligasi sampah terbesar di Asia. Hal itu mendorong aksi jual tajam di Wall Street. Dan melebarkan spread pada obligasi imbal hasil tinggi AS pada Senin (20/9/2021), meskipun pasar telah stabil sejak saat itu.

“Dalam hal implikasinya bagi kami, tidak banyak paparan langsung ke Amerika Serikat. Bank-bank besar China tidak terlalu terekspos. Tetapi Anda akan khawatir itu akan mempengaruhi kondisi keuangan global melalui saluran kepercayaan global dan hal semacam itu,” urai Powell kepada wartawan setelah pertemuan kebijakan The Fed. “Tapi saya tidak akan menarik paralel dengan sektor korporasi Amerika Serikat,” tegasnya terkait Evergrande.

Dia menambahkan bahwa dengan dimulainya pandemi virus corona tahun lalu. The Fed khawatir tentang gelombang gagal bayar oleh perusahaan-perusahaan yang sangat berpengaruh, seperti Evergrande. Mencatat bahwa hal itu tidak terwujud secara signifikan karena Undang-Undang CARES (Coronavirus Aid, Relief, and Economic Security) AS.

“Dan tindakan oleh bank sentral. Saat ini, tingkat gagal bayar perusahaan “sangat, sangat rendah,” kata Ketua Federal Reserve AS ini soal Evergrande.

Adapun Evergrande, Powell mengatakan China memiliki utang yang sangat tinggi untuk ekonomi pasar yang sedang berkembang. Dan bahwa pemerintahnya memberlakukan batasan baru untuk perusahaan dengan leverage tinggi.

Evergrande pada Rabu (22/9/2021) mengatakan setuju untuk menyelesaikan pembayaran bunga pada obligasi domestik. Sementara bank sentral China menyuntikkan uang tunai ke dalam sistem perbankan. Ini untuk sementara menenangkan ketakutan investor akan penularan yang telah menekan ekuitas dan aset berisiko lainnya pada awal pekan.(cak)

Tambah Komentar