Mantan Pelatih Hero Tito Berduka, Sesalkan Kesigapan di Ring Tinju

Kediaman orang tua Hero Tito di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, warga dan keluarga menunggu jenazah petinju kebanggan Malang itu.

Foto: Lek/kliktimes.com
Kediaman orang tua Hero Tito di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, warga dan keluarga menunggu jenazah petinju kebanggan Malang itu. Foto: Lek/kliktimes.com

KLIKTIMES.COM-MALANG- Mantan pelatih Heru Purwanto alias Hero Tito, Mochamad Jaeni (55) ikut berduka dan merasa kehilangan sang petinju yang selalu membanggakan masyarakat Malang. Pria paruh baya itu menyempatkan diri mendatangi rumah duka petinju asal Malang, Hero Tito di Dusun Sindurejo Desa Banjarejo Kecamatan Pakis, yang sudah ramai didatangi beberapa kerabat dan saudara Hero, Kamis (3/3) malam.

BACA JUGA:

Pria yang akrab disapa Jaeni ini datang didampingi oleh istrinya, berbaur bersama para pelayat yang menunggu kedatangan jenazah Putra dari pasangan Kusmiati dan Misran (Hero Tito) di rumah tetangganya.

Sebab, rumah duka Heru Tito, yang merupakan rumah orang tua Hero Tito masih dalam tahap perbaikan, dan masih dalam bentuk setengah jadi setelah dibongkar sekitar satu bulan yang lalu.

"Saya mantan pelatihnya, saya melatih Hero Tito itu sejak masih duduk di bangku SD," kata Jaeni, saat ditemui di depan rumah duka, Kamis (3/3).

Jaeni menegaskan, sebenarnya peristiwa ini tidak terjadi jika pelatihnya tanggap melihat kondisi almarhum Hero Tito bertanding.

"Kalau saya sudah mengambil langkah melempar handuk ke Ring, karena di detik-detik sebelum kena pukulan uppercut sudah terlihat tidak fokus lagi," tegasnya.

Jaeni mengaku shock mendengar kabar jika Hero Tito menjalani perawatan setelah di rumah sakit di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Yakni setelah menerima pukulan uppercut pada ronde ketujuh oleh lawannya James Mokoginta, dalam ajang tinju nasional di Hollywings Gatsu Night Club, Jakarta.

"Saya kaget dan shock mendengar kabar itu (dirawat), apalagi sekarang sudah berpulang, almarhum ini sudah saya anggap seperti anak sendiri," tandasnya.

Sementara itu, kepergian Hero Tito membuat para tetangga ikut berduka, lantaran almarhum Hero Tito dikenal sosok yang murah senyum dan selalu ikut kegiatan warga sekitar.

"Semua adalah kerabat dan tetangga yang ikut berduka. Rencananya jenazah akan dimakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Banjarejo besok pagi, lokasi dekat dengan rumah duka," kata salah satu tetangga, yang juga teman ayah Hero Tito, Sugeng (70), saat ditemui di rumah duka, Kamis (3/3) malam.

Sebagai informasi, petinju berjuluk The Lion itu dikabarkan wafat sekitar pukul 16.45 tadi di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading Jakarta.

Hero dirawat empat hari di rumah sakit tersebut karena koma setelah mendapat pukulan uppercut musuhnya James Mokognita di ronde ke-7 Minggu (27/2), dan saat ini jenazah Hero sedang dalam perjalanan menuju rumah duka.(lek)