Putri Juragan 99 dan Owner MS Glow Raih Penghargaan UNESCO

Putri dari Gilang Widya Pramana atau juragan 99, Felicia Lasha Zafeera Raih Penghargaan Dari Yayasan anggota Conseil International de la Danse (CID) UNESCO di Indonesia, Kiny Cultura Indonesia.

Foto: Instagram
Putri dari Gilang Widya Pramana atau juragan 99, Felicia Lasha Zafeera Raih Penghargaan Dari Yayasan anggota Conseil International de la Danse (CID) UNESCO di Indonesia, Kiny Cultura Indonesia. Foto: Instagram

Bersama Kalya Mahiya Pravina Kiny Cultura Cultural Delegation

KLIKTIMES.COM-PARIS- Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Tak hanya ayah dan ibunya yang berprestasi, rupanya putri dari Gilang Widya Pramana atau juragan 99 dan istrinya Shandy Purnamasari owner MS Glow meraih prestasi. Felicia Lasha Zafeera (7 tahun) meraih penghargaan dari Yayasan anggota Conseil International de la Danse (CID) UNESCO di Indonesia, Kiny Cultura Indonesia.

Baca Juga:

Penghargaan diberikan kepada Kalya Mahiya Pravina, yang juga merupakan delegasi Kiny Cultura dan Felicia Lasha Zafeera. Penghargaan ini diberikan anak - anak tersebut sebagai apresiasi atas kegigihan dalam keikutsertaannya mengharumkan nama Indonesia. Yakni dalam hal kebudayaan di kancah internasional dengan pengawasan Kiny Cultura Indonesia.

Penyerahan penghargaan tersebut diberikan langsung di markas besar UNESCO di Rue Fontenoy, Paris, Prancis. Hadir dalam acara itu sejumlah pejabat penting. Di antaranya Duta Besar Indonesia untuk UNESCO, Direktur Kebudayaan UNESCO, dan Direktur CID UNESCO.

Putri Juragan 99 Tampil di Kindergarten of UNESCO

Direktur Edukasi dan Kebudayaan Kiny Cultura Indonesia Kiki Puspita mengatakan. Bahwa kebudayaan merupakan identitas suatu bangsa. Oleh karenanya harus terlestarikan dan tertanamkan kepada anak-anak sedari kecil agar tidak kehilangan jati dirinya.

"Untuk melestarikan dan membawa nama harum Indonesia merupakan tanggung jawab Bersama karena kebudayaan merupakan identitas bangsa. Sehingga kita semua perlu menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia kepada anak-anak sedari kecil. Agar tidak kehilangan jati dirinya dan dapat memilah kebudayaan asing yang masuk dengan tepat," kata Direktur Edukasi dan Kebudayaan Kiny Cultura Indonesia Kiki Puspita Sari, dalam keterangannya.

Nantinya sertifikat dari pihak UNESCO bermanfaat bagi penerimanya serta bisa menjadi rekam jejak prestasi yang berlaku di 170 negara, dan tentunya bisa digunakan untuk keperluan pendidikan lanjutan.

Yayasan anggota Conseil International de la Danse (CID) UNESCO di Indonesia, Kiny Cultura Indonesia, sendiri berfokus pada pelestarian kebudayaan tradisional dan edukasi,

Setelah mendapat penghargaan tersebut, putri Juragan 99 tersebut bersama Kalya Mahiya Pravina kemudian melakukan pertunjukan kebudayaan di depan Kindergarten of UNESCO untuk mengenalkan budaya Indonesia kepada anak-anak di Prancis.(yna)