Esai Sastra & Budaya

Akar Arti Istilah “MERDEKA”: Telisik Etimologis Serta Kandungan Maknanya

merdeka
Ilustrasi: fandy_rec/kliktimes.com

Oleh : M. Dwi Cahyono*

A. Momentum Sejarah Indonesia

Merdeka! Bagi bangsa dan negara Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945 adalah “momentum”. Karena 76 tahun yang lampau pada penanggalan itu (17 Agustus) Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia “Memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia”. Tonggak waktu itu menjadi pemilah masa, yaitu (a) masa penjajahan disebut juga imperalisme atau kolonialisme), dan (b) masa kemerdekaan. Tanggal 17 Agustus oleh karenanya disebuti sebagai “Hari Kemerdekaan (Independent Day)”, atau dalam bahasa Jawa Baru disebut “Dinten Kamardikan”.

Suatu Negara-bangsa mengawali penerintahan sebagai “penerintahan yang independen”, tidak di bawah kekuasaan negara-bangsa lain. Terhitung sejak negara-bangsa itu memproklamasikan kemerdekaannya. Oleh karena itu, secara de facto “waktu proklamasi kemerdekaan” menjadi tonggak waktu penting terkait dengan eksistensinya sebagai bangsa dan negara yang punya kemerdekaan. Proklamasi itu petanda bahwa secara “de fakto” bangsa-negara itu berstatus “merdeka”. Adapun secara “de jure”, pengakuan atas kemerdekaannya. Termasuk oleh dunia intenasional membutuhkan waktu beberapa lama lagi bahkan melalui jalan yang berdarah-darah.

B. Arti Kata “Merdeka” dalam “Kemerdekaan”

Dalam teks Proklamasi Kemerdekaan RI, yang tertera adalah kata jadian “kemerdekaan”, sebagaimana disebut dalam kalimat perdana, sebagai “kalimat pernyataan”. Yaitu pernyataan dari bangsa Indonesia akan kemerdekaannya. Pemakaian jenis “kalimat pernyataan” itu tepatlah dengan maksud dari teks itu, yang merupakan “teks proklamasi”. Secara harafiah, kata “proklamasi” yang merupakan suatu kata serapan dari Bahasa Inggris “proclamation”. Yang mengandung arti : pemberitahuan resmi kepada seluruh rakyat, permakluman, pengumuman (KBBI, 2002: 797). Pada kalimat kedua termuat kata-kata yang berkenaan dengan transformasi (pemindahan) kekuasaan”. Dari kekuasaan terdahulu (pemerintah jajahan) ke kekuasaan baru (pemerintahan merdeka). Yang dilakukan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Berikut adalah isi teks “Proklamasi Kemerdekaan Indonesia”.

PROKLAMASI

Kami bangsa Indonesia dengan ini
menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan
kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara saksama dan dalam
tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta.

Istilah yang digunakan dalam teks itu adalah “kemerdekaan”, yaitu kata jadian yang berkata dasar “merdeka”. Dengan memperoleh awalan “ke” serta akhiran “an”. Secara harafiah, istilah “merdeka” berartl: (1) bebas (dari perhambaan, penjajahan, dsb); berdiri sendiri. 2 tidak terkena atau lepas dari tuntutan. (3) tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; leluasa (KBBI, 2002:736). Adapun kata jadian “memerdekakan (me+merdeka+kan,)” mengandung arti : menjadikan merdeka; membebaskan (diri); melepaskan dari penjajahan dsb.; memberikan kebebasan: Kata jadian lain ” “kemedekaan” menunjuk pada : keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dan sebagainya). Pada dasarnya, kebebasan adalah hak segala bangsa.

Kata Jadian Kemerdekaan

Adapun kata jadian “kemerdekaan*, mengandung arti: keadaan (hal) berdiri sendiri (bebas, lepas, tidak terjajah lagi, dsb.), kebebasan. Banyak pendapat menyatakan bahwasanya kata “merdeka” merupakan istilah serapan dari bahasa Sanskreta ke dalam bahasa Jawa Kuna dan Tengahan, yaitu “mahardhika”. Padahal, istilah ini secara harafiah berarti : kemakmuran atau kekuasaan atau kesempurnaan besar, sangat makmur atau kausa, berkualitas istimewa, luar biasa, khas, unggul, sempurna, bijaksana, berbudi luhur, orang bijaksana, atau orang suci (Zoetmulder, 1995: 632). Istilah ini kedapatan di dalam susastra Wirataparwa (44), Udyoga- parwa (60), Brahmandapurana (48.8, 147.23,), Agastyapurana (380.2), Ramayana (1.11), 4.60, 5.65, 8.145), Bhomakawya (3.26, 82.7), Arjuna- wijaya (1.1, 10.4, 20.2, 60.1), Sutasoma (15.4, 33.1, 43.1, 77.2, 108.3, 113.6, 119.1, 147.22), Nagarakretagama (92.1), Abhimanyuwiwaha (1.8, 57.3), Hariwijaya (13.3), Nirataprakreta (9. 2), Nitisastra, maupun kidung Harsyawijaya (1.2, 6.83, 6.113a, 74.286f). Kata jadian yang mendekati kata jadian” kemerdekaan” adalah “kamahardhikan”, yang berarti: keunggulan, kesempurnaan, kebijaksaan, kesucian.

Apabila menilik sejumlah arti yang terkadung di dalam istilah ” mahardhika” ataupun pada kata jadiannya “kamahardhikan” di atas, tak tergambar arti seperti yang terkadung di dalam kata ” merdeka”. Alih-alih, dalam bahasa Jawa Baru terdapat kata “mardika”, dengan arti : terbebaskan. Ada pula kata “merdeka”, dalam arti : mandiri. Kata jadiannya “kamardikan”, dalam arti keterbebasan, kemerdekaan. Bagaimana relasi antara arti kata “mahardhika” dalam arti amat makmur, atau sangat berkuasa, demikian sempurna, sangat bijaksana, dsb.” dengan kata “merdiko” yang berarti bebas, merdeka ?

C. Gambaran tentang Kondisi “Merdeka”

Orang bebas atau orang yang medeka adalah gambaran tentang manusia paripurna, manusia yang merdeka dan terbebas dari kebodohan, dari kelemahan, bebas dari kemiskinan, dari belenggu kekuasan orang atau pihak lain, dsb. Orang demikian mempunyai kekuasaan untuk tentukan kebijakan bagi diri sendiri. Bangsa dan negara merdeka dengan demikian adalah bangsa dan negara yang mandiri, negara yang dikelola secara bijaksana. Sehingga mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam dan menggerakkan seluruh potensi sumber daya manusianya menuju ke kemerdekaan sejati. Karena itu, negara harus memiliki kekuasaan, ketangguhan, kemandirian, dalammenguasai dan menentukan masa depan bangsanya.

Negara tidak boleh tergantung, apalagi takluk pada kekuatan yang berasal dari bangsa lain. Negara merdeka adalah negara yang rakyatnya terbebas dari belenggu kekuasan dan penindasan warga bangsa lain apalagi dari warga bangsanya sendiri. Kemampuan untuk dapat memakmurkan diri, untuk menyempurnakan diri, membijakkan diri sendiri dsb. merupakan kata kunci (keyword) untuk menjadikan diri sebagai insan yang mandiri, insan yang merdeka. Merdeka itu lebih tinggi derajatnya daripada sekedar “bebas”.

Dalam rumusan Keindonesiaan, sesungguhnya kata “merdeka” Adalah “kehidupan bebas dengan nilai-nilai luhur sebagai wujud rasa syukur terhadap rahmat Allah” (Preambule UUD’45 alinea 3). Varian dari istilah “merdeka” adalah kata “mahardhika”. Unsur kata “maha” dalam “mahardhika” menegaskan makna “kebebasan yang tertinggi”. Mari pekikkan kata “merdeka”, dan nyanyikan ”

“Holopis kontol baris
Rambate rata hayo
merdeka, merdeka, merdeka !!!”

Sangkaling, 17 Agustus 2019/2021
Griya Ajar CITRALEKHA

Kucing gandik

*M. Dwi Cahyono Arkeolog Universitas Negeri Malang, Pamong esai kliktimes.com dan javasatu.com