Daerah Sastra & Budaya

Festival Tembakau Madura #3 Siap Streaming di Youtube

Festival Tembakau Madura

KLIKTIMES.COM-SUMENEP- Festival Tembakau Madura #3 segera berlangsung. Pandemi Covid-19 gelombang kedua benar-benar memupus semua harapan era kenormalan baru. Harapan terhadap geliat ekonomi kembali memudar. Masyarakat kota yang sangat menggantungkan perekonomiannya dari perputaran barang dan jasa harus kembali mengikat sabuk sekencang mungkin.

BACA JUGA:

Menurut Saifullah Ketua Panitia Festival Tembakau, keadaan ini tentu terasa juga hingga akar rumput di pedesaan. Namun bagi masyarakat pedesaan khususnya para petani, keadaan ini terasa sedikit berbeda. Meskipun dampak pandemi tak dapat terpungkiri, petani di pedesaan lebih survive dibandingkan masyarakat kota.

“Orang kota menggantungkan hidupnya dari perputaran dan pertukaran barang dan jasa, sedangkan petani menggantungkan hidupnya dari hasil bumi. Mereka dapat mengkonsumsi secara langsung hasil buminya, sedangkan orang kota harus memiliki uang untuk mendapatkannya,” ujar Saifullah.

Ia menambahkan, Desa Lebeng Timur yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani, juga mengalami hal yang sama. Dalam kondisi perekonomian dan keuangan yang sulit, mereka masih bisa makan secara langsung dari hasil buminya. Atas kesadaran inilah, Festival Tembakau Madura #3 tahun 2021 digelar oleh masyarakat Desa Lebeng Timur. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT karena telah memberikan alam subur yang dapat menghidupi mereka.

Festival Tembakau Madura merupakan kegiatan rutin tahunan yang digelar oleh Yayasan Masyarakat Tembakau Lebeng Timur bersama masyarakat desa seusai panen tembakau. Tahun 2021 ini adalah tahun ketiga sejak kegiatan ini dirintis dan digelar pertama kali di tahun 2019. Di samping memiliki tujuan sebagai bentuk syukur, festival ini dibuat sebagai wadah pemberdayaan masyarakat.

“Festival ini juga diharapkan dapat memelihara ekosistem perkebunan tembakau, membuka ruang penyaluran hasil perkebunan tembakau, membangun komunikasi lintas agraria, dan merepresentasi nilai-nilai tradisi, adat-istiadat serta melestarikan seni dan kebudayaan masyarakat agraris,” terangnya, Minggu (10/10/2021).

Perlu diketahui bahwa di tahun 2021 ini, Desa Lebeng Timur Pasongsongan Sumenep ditunjuk oleh Kemdikbudristek sebagai salah satu desa budaya dari 359 desa budaya di seluruh Indonesia. Pemilihan dan penetapan desa budaya tersebut didasarkan pada beberapa kriteria, misalnya adanya warisan cagar budaya, ritus adat, data kesenian, dan sebagainya. Desa Lebeng Timur sendiri dipilih dan ditetapkan sebagai desa budaya karena adanya perhelatan rutin Festival Tembakau Madura yang berbasis masyarakat.

“Oleh karena itu, pada pelaksanaan yang ketiga ini Festival Tembakau Madura telah didanai oleh Kemdikbudristek RI melalui program Pemajuan Kebudayaan Desa. Hal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yang sumber pendanaannya berasal dari swadaya masyarakat,” imbuhnya.

Festival Tembakau Madura #3 dilakukan dalam lingkup internal masyarakat Desa Lebeng Timur saja, dan tertutup untuk masyarakat umum. Sementara, untuk masyarakat umum, kegiatan ini dilakukan dengan konsep virtual. Konsep ini dipilih dan diambil sebagai upaya antisipatif terhadap persebaran Covid-19. Karena pandemi belum usai sekalipun jumlah kasus di Indonesia telah menunjukkan grafik melandai.

“Masyarakat umum disilahkan untuk menyaksikan kegiatan ini melalui kanal youtube Festival Tembakau Madura pada tanggal 16 Oktober 2021,” terangnya.

Kata dia, festival berbasis masyarakat ini telah digelar pada hari Sabtu-Minggu, 2-3 Oktober 2021 di Desa Lebeng Timur, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep. Kegiatan dimulai pada sore hari dengan acara lomba Permainan Tradisional Kerrabhân Opè. Permainan tradisional adu kecepatan dalam menarik pelepah kelapa ini dilombakan untuk anak-anak. Di malam hari, acara dilanjutkan dengan pertunjukan Kesenian Rakyat. Acara di hari pertama ditutup dengan pelepasan Dhâmar Korong, yaitu balon udara khas Madura yang terbuat dari kertas dan diterbangkan dengan asap dari bahan bakar api.

Pada hari kedua—Minggu, 2 Oktober 2021— acara dimulai pada pagi hari dengan konten acara Panen Ikan yang dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat Desa Lebeng Timur di waduk desa. Acara dilanjutkan pada sore harinya yaitu lomba Permainan Tradisional Mèsel Bhâko dan Masat Bhâko untuk dewasa. Mèsel Bhâko adalah lomba melinting tembakau dengan kriteria kecepatan dan keindahan hasil linting dengan durasi waktu yang ditentukan.

“Masat Bhâko merupakan lomba kecepatan dan kerapian dalam hal merajang tembakau dengan durasi yang juga dibatasi. Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan Tasyakur Desa berupa tahlil, sholawat, ceramah dan doa,” katanya.

Sepanjang hari hingga malam, terdapat pula Galeri Tembakau, Parade Tembakau dan Kopi Kacang. Galeri Tembakau merupakan kegiatan pameran foto tentang jenis-jenis tembakau Madura, kegiatan petani sepanjang musim tembakau dan dokumentasi acara kegiatan Festival Tembakau Madura di tahun sebelumnya. Pasar dan Parade Tembakau merupakan acara pameran dari jenis tembakau Madura. Masyarakat diperkenankan untuk mencicipi setiap jenis tembakau ataupun membelinya. Kopi Kacang adalah suguhan khas pada saat musim panen tembakau tiba. Sajian untuk menjamu para perajang yang bekerja mengiris daun tembakau.

“Istilah Kopi Kacang inilah yang kemudian dijadikan konten acara untuk dapur desa yang menyajikan makanan khas dari masyarakat tembakau,” jelasnya.

Masyarakat Desa Lebeng Timur tidak menggantungkan hidupnya semata-mata pada kegiatan ekonomi yang melibatkan pertukaran barang dan jasa. Mereka lebih menggantungkan hidupnya pada hasil bumi (alam). Patut disyukuri bahwa dalam kondisi ekonomi yang sulit karena pandemi, alam masih menghidupi mereka. Maka kegiatan Festival Tembakau #3 tahun 2021 ini dapat menjadi ruang bermunajat untuk bersyukur dan berdoa kepada Allah SWT serta membuka ruang spiritual dan sosial bagi masyarakat Desa Lebeng Timur.(cak)

Tambah Komentar